Makna pubertas bagi siswa sekolah dasar SDN Cihuni II Kabupaten Tangerang dan peran sumber informasi: Studi pendahuluan

Penulis

  • Herlina Herlina Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Dewi Purnamawati Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58185/jmestahat.v6i2.197

Kata Kunci:

Kata kunci: Pubertas; siswa sekolah dasar; sumber informasi; pendidikan kesehatan reproduksi;

Abstrak

Latar Belakang: Pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan manusia, menandai transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Secara biologis, pubertas adalah periode pematangan reproduksi yang disertai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Perubahan fisik meliputi pertumbuhan pesat, munculnya karakteristik seksual sekunder, dan perubahan hormonal yang kompleks. Sementara itu, perubahan psikologis meliputi peningkatan rasa ingin tahu, pencarian identitas, dan fluktuasi emosional yang seringkali menyebabkan kebingungan pada anak-anak. Metode: Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan enam siswa berusia 10-12 tahun dan satu guru kelas yang dipilih melalui proses pengambilan sampel di sekolah dasar di Kabupaten Tangerang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, catatan lapangan observasional, dan dokumentasi, diikuti dengan analisis isi sistematis. Triangulasi sumber digunakan untuk memperkuat validitas data. Hasil: Sebagian besar peserta menafsirkan pubertas melalui indikator fisik yang dapat diamati, seperti menstruasi, perkembangan payudara, perubahan suara menjadi lebih dalam, dan munculnya bulu tubuh, sementara dimensi psikologis dan sosial dipahami secara minimal. Orang tua—terutama ibu—berperan sebagai sumber informasi utama tetapi terbatas, sementara pendidikan formal terbatas hingga kelas enam. Siswa sering mengandalkan platform digital, khususnya media sosial, yang meningkatkan kerentanan mereka terhadap informasi yang salah. Kesimpulan: Memperkuat pendidikan pubertas dini, terstruktur, dan sesuai dengan perkembangan—yang didukung oleh peningkatan keterlibatan orang tua dan literasi digital yang kredibel—sangat penting untuk meningkatkan kesiapan siswa dan mendorong jalur perkembangan yang lebih sehat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Gultom R, Sari D. Masa remaja dan perkembangan reproduksi. J Psikologi Perkembangan. 2022;8(1):12–20.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Profil Remaja Indonesia 2021. Jakarta: BKKBN; 2021.

Munawaroh S. Tabu budaya dalam edukasi pubertas. J Sosial Budaya. 2022;10(3):88–96.

Munawaroh S. Peran sekolah dalam edukasi kesehatan reproduksi. J Pendidikan Dasar. 2023;11(2):55–63.

Akbar A, Rahmawati N, Lestari S. Pengaruh kurangnya pemahaman pubertas terhadap perilaku remaja. J Kesehatan Reproduksi. 2021;12(2):45–53.

Badan Pusat Statistik. Statistik Pernikahan Dini dan Kehamilan Remaja di Indonesia 2020. Jakarta: BPS; 2020.

Pangajouw CN, Oroh W, Renteng S. Gambaran Pengetahuan Pubertas pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri 8 Tondano. Mapalus Nursing Science Journal. 2023;1(2):22–30. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/caring/article/view/48924/44797

Iskandar IS. Meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pubertas dengan media audiovisual. SHEs Conference Series. 2022;5(1):112–118.

Prabamurti PN, Kusumawati A, Widjanarko B, Afriyanto DF. Edukasi kesehatan reproduksi dan body authority pada siswa SDN Kramas, Kota Semarang. Journal of Public Health and Community Service. 2025;4(1):14–21. Available from: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphcs/article/view/26039

Meliyanti M, Aisah A, Syafrullah H, Rosita R. Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap pengetahuan siswa tentang pubertas di SDN Pasirluhur Kabupaten Bandung. J Sehat Masada. 2025;19(2):42–53. Available from: https://ejurnal.stikesdhb.ac.id/index.php/Jsm/article/view/571/418

Utomo E, Nurfadhilah N. Puberty and character education model in primary school. Int J Educ Res Rev. 2022;5(3):469–478. Available from: https://doi.org/10.23887/ijerr.v5i3.56833

Nurfadhilah N, Sa’diyah R, Achmad N, Hilowle SS. Pengetahuan pelajar sekolah dasar tentang pubertas. J Kesehatan Reproduksi. 2022;13(2):99–106. Available from: https://doi.org/10.58185/jkr.v13i2.41

Utami NLGS, Arnyana IBP, Candiasa IM. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD pada topik masa pubertas melalui media pop-up book. PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia. 2024;8(1):94–110. Available from: https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_pendas/article/view/3220/1400

UNICEF Indonesia, BPS, PUSKAPA UI, Kementerian PPN/Bappenas. Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Jakarta: UNICEF Indonesia; 2020. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/perkawinan-anak-di-indonesia

Suryati D, Rahmawati L, Putri A. Pubertas dan kesiapan psikologis anak. J Kesehatan Anak. 2024;13(1):22–30.

Msovela J, Shija AE, Ntuyeko H, Imeda C, Mugula A, Mgina E, et al. Puberty and menstruation knowledge, information sources and needs among secondary school adolescent girls and boys in Kibaha, Tanzania. PLOS Glob Public Health. 2025;5(3):e0004176. Available from: https://journals.plos.org/globalpublichealth/article?id=10.1371%2Fjournal.pgph.0004176

Rohmayanti R, Hermayanti Y, Mardiah W. Persepsi siswa kelas VI sekolah dasar tentang perubahan yang terjadi selama masa pubertas. J Holist Nurs Sci. 2016;3(1):44–58. Available from: https://journal.unimma.ac.id/nursing/article/view/861

Wulandari A, Setyowati S, Handayani PW. Factors associated with puberty readiness among school-aged children in Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2024;15(2):78–86.

World Health Organization. Working for a brighter, healthier future: how WHO improves health and promotes well-being for the world's adolescents. 2nd ed. Geneva: World Health Organization; 2024. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240093966

Nurkhansa T, Husna QD, Umaroh AK. The role of parents and teachers in adolescent reproductive health education. Griya Widya Journal. 2024;4(1):1–10. Available from: https://doi.org/10.53088/griyawidya.v4i1.1724

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-08-31

Cara Mengutip

Herlina, H., & Purnamawati, D. (2026). Makna pubertas bagi siswa sekolah dasar SDN Cihuni II Kabupaten Tangerang dan peran sumber informasi: Studi pendahuluan. J-Mestahat, 6(2), 40–51. https://doi.org/10.58185/jmestahat.v6i2.197